Cara Input SDGS Desa dengan Mudah dan Tujuan Pendataan

SDGS merupakan suatu program yang digelar secara global untuk semua negara yang mengikuti PBB. Sebagai salah satu anggotanya dan ingin menjadikan negaranya lebih baik lagi, Indonesia ikut serta dalam upaya mensukseskan program SDGS tersebut. Program paling bawah dimulai dari SDGS desa. 

Meski ruang lingkup SDGS desa cukup kecil, peran yang dimilikinya sangat vital. Mengingat negara sendiri terdiri dari ribuan desa yang ada di Indonesia. 3 pokok program ini adalah dengan meningkatkan stabilitas di bidang kesehatan, keamanan, dan ekonomi. 3 pokok program tersebut dijabarkan kembali menjadi 18 tujuan.

Cara Pendetaan SDGS Desa

Pendataan SDGS desa dilakukan oleh petugas desa terkait. Pendataan tersebut melalui kuisioner lembaran kertas dan aplikasi. Pendataannya sendiri dibagi menjadi pendataan keluarga dan pendataan individu. Pendataan keluarga mencakup nama kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, akses keluarga terhadap fasilitas publik, bantuan yang didapatkan dari pemerintah, dan pengeluaran bulanan satu keluarga tersebut.

Sedangkan pendataan individu mencakup identitas individu, kesehatan individu, pekerjaan, penghasilan, dan aktivitas sosialisasi. Semua hal tersebut akan ditanyakan oleh petugas desa kepada setiap warga.

Tujuan pendataan SDGS Desa

1. Melihat kondisi ekonomi masyarakat

Perekonomian masyarakat dapat dilihat dari penghasilan setiap bulan yang mereka dapatkan beserta aset pribadi yang dimilikinya. Hal tersebut masih disesuaikan lagi dengan umur yang berlaku di tempat tersebut. Jika rata-rata penghasilan masyarakat desa tersebut sama dengan umur yang ditetapkan oleh pemerintah setempat maka dianggap sebagai wilayah yang berkecukupan.

Apabila tidak, bahkan di angka garis kemiskinan. Pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap desa tersebut. Perhatikan tersebut bisa berbentuk bantuan tuani uang atau barang dan pelatihan ketrampilan untuk meningkatkan skill masyarakat setempat.

2. Melihat pendidikan masyarakat

Pendidikan seseorang memberikan pengaruh terhadap pola fikir dan perekonomian secara umum. Meski pemerintah Indonesia telah menetapkan wajib belajar 12 tahun, beberapa masyarakat Indonesia tidak melaksanakan pendidikan wajib tersebut dengan beberapa alasan.

Alasan yang paling banyak dikemukakan adalah alasan ekonomi. Namun setelah pandemi banyak anak putus sekolah karena alasan malas belajar atau justru banyak siswa yang menikah di bawah umur di beberapa tempat. Hal ini tentu memberikan masalah baru yang memiliki dampak panjang terhadap kehidupan masyarakat.

3. Melihat jangkauan bantuan yang diberikan pemerintah

Program ini juga melihat apakah pemerintah memberikan bantuan kepada pihak yang tepat atau tidak. Pemberian bantuan ini sendiri dimaksudkan untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi yang berlaku di masyarakat Indonesia. Apabila pemberian bantuan tidak tepat sasaran, maka dimungkinkan tujuan utama dari bantuan pemerintah akan sulit untuk mencapai tujuan utama.

4. Database pemerintah pusat dan daerah

Database kependudukan sangat penting, database program pendataan SDGS ini lebih detail jika dibandingkan dengan database kependudukan yang direkam oleh dinas catatan sipil. Database catatan sipil memuat informasi pribadi, sedangkan database ini juga memuat informasi tentang riwayat kesehatan di tahun tersebut, kepemilikan asuransi, bantuan, dan sebagainya.

Program pendataan SDGS desa ini memang sangat baik. Namun semoga data tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pendataan ini sendiri sudah dilakukan sejak bulan Maret hingga Mei 2021. Pendataan tahap awal SDGS ini telah mencapai 49% desa di Indonesia. Pendataan 51% desa ini akan dilakukan pada bulan November 2021 sampai Januari 2022. Diharapkan dengan adanya pendataan ini, hak warga desa dapat terpenuhi dengan baik, khususnya di bidang kesehatan, sekolah, dan pekerjaan dan pa mengubah budaya desa.

Leave a Comment