| Secara meteorologis, air merupakan
unsur pokok paling penting dalam atmofer bumi. Air terdapat sampai pada ketinggian 12.000
hingga 14.000 meter, dalam jumlah yang kisarannya mulai dari nol di atas beberapa gunung
serta gurun sampai empat persen di atas samudera dan laut. Bila seluruh uap air berkondensasi (atau mengembun) menjadi cairan, maka seluruh
permukaan bumi akan tertutup dengan curah hujan kira-kira sebanyak 2,5 cm. Air terdapat
di atmosfer dalam tiga bentuk: dalam bentuk uap yang tak kasat mata, dalam bentuk butir
cairan dan hablur es. Kedua bentuk yang terakhir merupakan curahan yang kelihatan, yakni
hujan, hujan es, dan salju.
Atmofer membungkus bumi dengan lapisan-lapisan yang jelas batas-batasnya. Lapisan yang
pertama dan yang paling bawah adalah troposfer. Tebal troposfer berkisar dari delapan
kilometer di kutub sampai 16 km di khatulistiwa. Udara troposfer merupakah ketel pemasak
cuaca bumi. Di dalam troposfer udara lembab yang dipanasi oleh tanah di bawahnya
menggelembung ke atas di khatulistiwa, dan menciptakan aliran besar udara ke atas di
daerah tropik. Jauh di sebelah utara, massa udara dingin dan kering turun ke bumi. Angin
horisontal menderu melintasi padang salju dengan kecepatan tinggi. Suhu permukaan yang
berkisar dari 38 derajat celcius di atas samudera dan gurun pasir sampai minus 73 derajat
celcius di kutub menciptakan adukan dalam atmosfer dan menentukan cuaca beserta polanya di
seluruh dunia. Di dalam troposfer suhu turun dengan bertambahnya ketinggian dari muka bumi
atau dengan bertambahnya jarak dari sumber panas atmosfer, yakni bumi yang dipanasi matahari. Rata-rata suhu turun sebanyak dua derajat setiap
kenaikan 305 meter.
Selain matahari, geometri bumi dan atmosfer, msih ada faktor
terakhir yang mempengaruhi cuaca. Faktor ini adalah bentuk-bentuk geofisik permukaan bumi,
seperti misalnya pegunungan, samudera, benua, lembah atau danau. Bagaimana cuaca di suatu
daerah pada hari ini atau pada bulan yang akan datang itu sangat bergantung kepada bentuk
permukaan daerah tersebut.
Daratan, misalnya lebih cepat mengumpulkan panas dan juga lebih cepat kehilangan panas
dibandingkan dengan perairan. Karena air menahan panas lebih lama daripada tanah, orang
yang berdiam dekat pantai atau dekat danau besar di pedalaman mengalami musim panas yang
lebih sejuk dan musim dingin yang relatif lebih ringan bila dibandingkan dengan mereka
yang bertempat tinggal juh dari danau atau lautan. Akibat lainnya ialah angin laut sejuk
yang bertiup dari perairan pada siang hari, dan angin darat yang bertiup dari daratan pada
malam hari. Hal itu merupakan ciri utama pola cuaca pesisir, khususnya di daerah tropik.
|