|
| |
[ Home ] [ Sejarah Pertanian ] [ Budidaya Pertanian ] [ Sistem Pertanian Berkelanjutan ] [ Biologi ]
PERTANIAN
| Kegiatan
pertanian yang meliputi budaya bercocok tanam dan memelihara ternak merupakan kebudayaan manusia paling tua. Tetapi dibandingkan dengan
sejarah keberadaan manusia, kegiatan bertani ini termasuk masih baru. Sebelumnya, manusia
hanya berburu hewan dan mengumpulkan bahan pangan untuk dikonsumsi. |
|
 |
Sejalan dengan peningkatan
peradaban manusia, pertanianpun berkembang menjadi berbagai
sistem. Mulai dari sistem yang paling sederhana sampai sistem yang canggih dan padat
modal. Berbagai teknologi pertanian dikembangkan guna mencapai produktivitas yang
diinginkan. |
Di lain fihak,
ilmu pertanianpun berkembang. Ilmu pertanian kemudian tumbuh bercabang-cabang,
terspesialisasi, seperti misalnya agronomi, ilmu tanah,
sosial ekonomi, proteksi tanaman, dsb. |
|
|
Kemajuan ilmu dan teknologi,
peningkatan kebutuhan hidup manusia, memaksa manusia untuk memacu produktifitas menguras lahan, sementara itu daya dukung
lingkungan mempunyai ambang batas toleransi. Sehingga, peningkatan produktivitas akan
mengakibatkan kerusakan lingkungan, yang pada ujungnya akan merugikan manusia juga.
Berangkat dari kesadaran itu maka muncullah tuntutan adanya sistem pertanian
berkelanjutan. |
[ Sejarah Pertanian ] [ Budidaya Pertanian ] [ Sistem Pertanian Berkelanjutan ] [ Biologi ] |
Pertanian Berkelanjutan
Definisi komprehensif bagi
pertanian berkelanjutan meliputi komponen-komponen fisik, biologi dan sosioekonomi, yang
direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan
kimia dibandingkan pada sistem pertanian tradisional, erosi tanah terkendali, dan
pengendalian gulma, memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input
maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman, dan penggunaan
dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian. Selanjutnya... |
|
|
|
|
|
|
|