|
[ Home ] [ Up ] [ Botani Sengon ] [ Habitat Sengon ] [ Pembibitan Sengon ] [ Penyiapan Lahan ] [ Penanaman ] [ Pemeliharaan ] [ Proteksi ] [ Kebakaran ] [ Budget ] [ Manfaat ]
Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa
kegiatan
Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit
dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam,
penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur
1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka
dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
Penyiangan,
Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan
untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang
tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara
dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk
mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain
sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya.
Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun
permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat,
selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma
yang tumbuh.
Pendangiran,
Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah
disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi
pertumbuhan tanman.
Pemangkasan,
Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak
berguna (tergantung dari tujuan penanaman).
Penjarangan
Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang
tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada
saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka
banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak
1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400
pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan
ditebang pada akhir daur.
Cara penjarangan dilakukan dengan menebang
pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" (gigi belakang) yaitu : dengan
menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.
Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang
direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama lima tahun. Jenis
kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman.
Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan
dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan
cabang. Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan
ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan
disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.
|